Jumat, 03 Juni 2011

Polusi informasi

Tidak bisa dipungkiri, informasi untuk saat ini sudah merupakan kebutuhan bagi setiap orang. Media cetak dan media televisi bahkan jejaring sosialpun menjadi sarana untuk bertukar dan mendapatkan informasi serta membentuk opini. Bahkan dengan kekuatan yang dimilikinya, beberapa penguasa telah merasakan kedahsyatannya. Ya media power telah menjelma menjadi people power.
Namun terlepas dari itu semua, pendewasaan diri merupakan salah satu filter dalam mengkonsumsi setiap informasi. Dua indikator yang sering digunakan untuk menilai sebuah informasi, yaitu sumber dan kandungannya. Sumber-sumber informasi, biasanya mengusung kepentingan pemiliknya, yang kredible menampilkan keseimbangan dalam menyampaikan informasinya. Sementara kandungan dari informasi tersebut membutuhkan daya analisa dalam mengkonsumsinya.
Dalam eforia alam demokrasi saat ini, alur informasi sudah sedemikian masifnya memenuhi atmosfir keseharian kita. Sebagaimana negara berkembang yang sedang menggiatkan sektor industrinya, pabrik-pabrik banyak didirikan sebagai pusat produksi. Selain memproduksi barang, pabrik-pabrik tersebut juga menghasilkan kepulan asap melalui corongnya dan limbah produksi melalui saluran-saluran pembuangannya. Bila sistem pengendalian limbahnya tidak menjadi perhatian utama, sudah barang tentu kepulan asap dan limbah yang dihasilkan pabrik tersebut akan menambah polusi yang merusak lingkungan disekitarnya.
Demikian juga dengan informasi, bila sumber-sumber informasi tidak memperhatikan kualitasnya, baik secara moral maupun materiil, dapat menimbulkan dampak negatif terhadap tatanan sosial kemasyarakatan. Obyektifitas dan keakuratan informasi sebagai sumber data masukan dalam proses pengambilan kebijakan sedemikian pentinganya untuk menelurkan kebijakan yang kompatible dengan permasalahan yang ada.
Untuk itu perlu bersama-sama kita menjaga atmosfir informasi agar tetap segar dan sehat. Jadilah sumber informasi dan penerima informasi yang beretika.

1 komentar:

dari hujan badai informasi yang ada, seringkali kita sulit untuk memilah.

bahkan banyak yang "Malas/ogah" dengan berita aktual dan terpercaya, namun lebih suka dengan berita sampah yang renyah dan gurih (soalnya bumbu tambahannya banyak, terutama gosip)............

kalau demikian apakah masyarakat kita " ternyata lebih suka dibohongi dari pada diberi realita dan terpercaya"

Posting Komentar

Pengelola Blog tidak bertanggungjawab sepenuhnya atas komentar yang disampaikan. Untuk itu berikanlah komentar secara elegan sebagai kesatria dunia maya.